[Resume] Wawasan, Tantangan dan Peluang Agrotechnopreneur Indonesia (Gumbira Sa’id)

di-resume oleh : Prassita Idzni Alifah

240210100084

Agropreneur atau agropreneurship adalah berbagai upaya yang dilakukan  pihak-pihak, khususnya wirausaha, dalam memanfaatkan peluang industri agribisnis (Brathwaite, 2009)

Agribisnis dan agroindustri adalah bisnis yang berisiko tinggi, karena berkaitan dengan manajemen Sunatullah (berkaitan dengan hokum alam), yang pengendalliannya sangat sulit dijamin, dibandingkan dengan bisnis non pertanian.

Untuk menjadi agropreneur sejati, seseorang haeus menjiwai kompleksitas agribisnis dan agroindustri. Para petani dan calon agropreneur harus memiliki cara berfikir dan bertindak sebagai wirausahawan.

Untuk membangun kegiatan pengembang potensi agropreneur, seorang agropreneur harus :

  • melakukan riset
  • studi patok duga
  • mengikuti seminar, pameran dan talkshow mwngwnai agirbisnis dan agroindustri
  • menghubungi kantor pengembangan bisnis lokal, bank pemberi kredit pertanian, atau lembaga-lembaga penyokong kewirausahaan.
  • Mengunjungi perpustakaan yang menydiakan rujukan pertanian secara umum, agribisnis dan agroindustri.

Agrotechnopreneur merupakan agropreneur berbasis teknologi, dari sudut pandang terminologi, agrotechnopreneurship didefinisikan sebagai kemampuan dalam mengelola suatu usaha (wirausaha) di sector agribisnis/agroindustri melalui pemanfaatan teknologi serta mengedepankan inovasi dalam upaya pengembangan bisnisnya.

 

Persaingan bisnis global semakin kompetitif, keterbatasan sumber daya, serta implementasi berbagai kebijakan. Para pelaku bisnis berusaha memenangkan persaingan.  Masa globalisasi seperti ini sangat mempengaruhi bidang kehidupan masyarakat di seluruh Negara.

Agroindustri dianggap sebagai lahan investasi yg tidak menarik karena risikonya yang besar, tapi semakin berjalannya waktu dan kebutuhan manusia, agroindustri dianggap sangat penting dan dibutuhkan sehingga menjadi lahan investasi yang luas untuk dikembangkan lebih lanjut. Tentunya dengan mengenal karakteristik dan elemen-elemen agribisnis dan agroindustri.

Dalam era globalisasi ini, para pengusaha dituntut untuk memiliki keunggulan untuk berkompetisi dan berinovasi.

Asia Tenggara merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, oleh karena itu, sebenarnya mengembangkan agribisnis ataupun agroindustri sangatlah memungkinkan. Buktinya, ada beberapa agrotechnopreuneur di ASEAN yang terbilang berhasil. Diantaranya, Arsenio Barcelona dari Filipia, Bob Sadino dari Indonesia, Hj. Faiza Bawumi Sayed Ahmad dari Malaysia, dan masih banyak lagi.

Agroindustri adalah satu-satunya bidang industri yang tetap bertahan dan stabil pada saat krisis awal abad 21. Kondisi ekonomi yang menurun pesat, hanya bisa mengandalkan bidang agroindustri.

Indonesia adalah salah satu Negara yang sangat kaya di bidang pertanian. Hal ini berpotensi besar untuk menanggung beban ekonomi Negara. Bidang pertanian ini seharusnya bisa lebih dioptimalkan dengan mengembangkannya. Sayangnya, Indonesia mempunyai beberapa masalah, diataranya keterlibatan masyarakat yang sangat terbatas, inhonsistensi kebijakan, fokus tugas yang belum tuntas atau lambat dilaksanakan, dan yang terakhir, program Revitalisasi pertanian belum dilakukan secara menyeluruh pada seluruh komoditas pertanian.

Mengingat potensi Indonesia yang besar itu, diharapkan bisa hadir para agrotechnopreneur sejati yang akan membangun dan meningkatkan sector pertanian di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s